Bagaimana, sih, caranya melaksanakan branding UMKM dengan tepat? Yuk, liat penjelasan Diego F. Pattiselanno, Co-Founder Coulava Digital & Creative Agency, perihal langkah-langkah mudah branding untuk UMKM. Pebisnis usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) wajib dapat melaksanakan branding agar dapat beradu dengan usaha yang mapan dan capai pangsa pasar.

Dengan trick branding UMKM yang tepat, entrepreneur UMKM dapat menciptakan citra product atau layanan yang termasuk tepat, agar merek dapat tetap tersedia di benak konsumen. Sebaliknya, kalau kamu ingin menerapkan trick branding UMKM, maka identitas merek kamu termasuk sulit diterima oleh konsumen.

 

Marketing dan Branding, Apa Bedanya?

Masalah lain yang termasuk sering keluar di dunia UMKM adalah kurangnya pemahaman perihal perbedaan antara marketing dan branding. Hal ini pastinya mengakibatkan sulitnya menyusun trick yang tepat untuk ke depannya. Maka dari itu, sebelum akan masuk ke di dalam penjabaran perihal langkah-langkah branding UMKM, yuk, kita pahami dulu perbedaan antara marketing dan branding agency jakarta.

Marketing adalah sistem mendistribusikan product kamu ke kanal-kanal marketing yang paling bisa saja memperoleh prospek, leads, serta untuk menjangkau calon pelanggan. Tujuannya adalah agar memperoleh banyak prospek yang pada akhirnya membuka lebih banyak peluang.

Sementara itu, branding adalah sistem membangun persepsi orang lain sementara memandang merek atau product kamu. Kesan apa yang idamkan kamu tampilkan di dalam product atau jasa kamu, serta bagaimana orang memandang product atau jasamu. Singkatnya, merek positioning adalah trick memposisikan usaha kamu pada benak pelanggan agar timbul citra tertentu.

Jika sebuah merek baru tidak menerapkan merek positioning, kemudian ia terjun ke di dalam pasar yang telah ramai dengan begitu banyak kompetitor dan customer yang telah mempunyai pilihan masing-masing, maka merek berikut bakal sulit memperoleh peluang lebih-lebih bertahan. Meskipun banyak variasi booster pemasaran telah dijalankan layaknya dengan cara menempatkan iklan di bermacam platform, perihal itu justru tidak bakal menjadikannya efisien dan efisien.

Sebagai contoh, UMKM grosir pakaian jadi dengan harga tidak mahal tapi menampilkan gambar terlalu eksklusif. Belum kembali nampak tidak membuktikan bahwa UMKM berikut mempunyai banyak stok untuk mencukupi pelanggan grosir dan menawarkan customer dengan harga tangan pertama. Hal-hal berikut sesungguhnya merupakan perihal yang perlu bagi transaksi jual-beli grosir. Karena tidak terpenuhi, branding UMKM berikut tidak terwujud.

 

3 Langkah Branding untuk UMKM

Lantas, bagaimana cara menerapkan branding UMKM? Berikut ini adalah penjelasan perihal langkah-langkah mudah branding untuk UMKM.

 

Kenali Bisnis Kamu dan Produk atau Jasa yang Kamu Pasarkan

Ini adalah cara dasar sementara kamu menjadi membangun usaha kamu. Kenali dan ketahui secara mendalam, industri apa yang bakal jadi playground bisnismu. Berikutnya, product apa yang kamu menawarkan dan apa kelebihan serta kekurangannya, berapa harganya, dan bagaimana persaingannya dengan kompetitor. Kesemua poin berikut bakal merubah cara-cara kamu di dalam berkomunikasi kepada konsumen. Komunikasi tak hanya secara lisan dan tulisan melalui copywriting, tapi termasuk secara visual melalui desain grafik.

 

Ketahui Siapa Target Pasar Kamu dengan Membuat Buyer Persona

Jika pada poin pertama, kamu khususnya dahulu wajib mengenal produkmu, ekosistem industrinya, sampai kompetitor, maka di poin ini kamu wajib mengenal betul siapa obyek pasar kamu. Hal ini dapat dijalankan dengan mengakibatkan buyer persona yang di dalamnya terkandung Info perihal umur dan gender obyek pasar kamu, kota area mereka tinggal, bagaimana energi membeli mereka karena perihal ini mengenai dengan penentuan harga product kamu, kesulitan mereka seputar product yang kita pasarkan, ketertarikan mereka, sampai topik-topik yang sukai. Intinya, dapatkan dan kumpulkan Info dan insight dari obyek pasar kamu sebanyak-banyaknya.

Ada tiga perihal untuk mendorong kamu mengakibatkan buyer persona:

agar dapat pilih cara berkomunikasi;
untuk memudahkan sistem mengakibatkan konten; dan
konten yang dibikin lebih dapat diterima oleh obyek pasar karena lebih terarah.

Bentuk Brand Kamu Sesuai dengan Profil Mereka

Setelah mengenal produk, kompetitor, serta obyek pasar kamu, maka saatnya kamu mewujudkan identitas merek kamu. Identitas ini pastinya dapat membuktikan di dalam banyak variasi wujud layaknya logo, poster iklan atau konten, sampai copywriting-nya. Ingat selalu untuk menciptakan identitas-identitas ini bukan hanya sekadarnya atau mengikuti kemauan atau selera kamu sebagai pengusaha, tapi pastikan kamu menyesuaikan branding UMKM ini dengan profil konsumen.

Ciptakan logo yang dapat mewakili konsumen, bikin grafik visual berbentuk poster iklan atau konten yang cocok dengan selera konsumen, bicaralah dengan cara bicara customer sementara mengakibatkan copywriting agar pesan yang idamkan kamu sampaikan lebih mudah diterima.

Bagaimana? Semoga kamu tambah sadar perihal branding UMKM. Semoga dengan mengikuti langkah-langkah mudah branding untuk UMKM dari founder agensi kreatif, dapat mendorong kamu melaksanakan branding yang tepat untuk usaha kamu, ya.

By Drajad