Flow control berfaedah untuk pengontrolan dan pengaturan volume oli yang mengalir masuk dan muncul sirkuit dengan tingkat lebih rendah berasal dari aliran output pompa. Pengontrolan aliran pada sirkuit hidrolik bisa dicapai dengan lebih dari satu cara.

Cara yang paling umum mengontrol aliran adalah dengan menempatkan orifice Flow Meter SHM . Saat orifice terpasang, maka orifice akan memicu munculnya tahanan yang lebih besar berasal dari tahanan normal aliran pompa. Tahanan yang lebih besar menaikkan tekanan oli. Peningkatan tekanan oli memicu sejumlah oli mengalir menuju jalan yang lain.

Berbagai style katup yang termasuk ke dalamn style flow control valve antara lain:

Thottle valve, berfaedah untuk mengalirkan oli ke dua arah yang arah back flow diperkecil, sehingga volume oli yang mengalir menjadi kecil. Throttle valve banyak digunakan pada elevate silinder.
Vacuum valve, berfaedah untuk menahan kevakuman di didalam system hidrolik. Biasanya terdapat antara actuator dan control valve. Nama lain vacuum valve adalah make up valve, suction valve, intake valve, suction return valve, atau antivoid valve.

Flow chek valve atau flow reducing valve, berfaedah untuk kurangi kuantitas oli yang mengalir ke actuator sehingga gerakan actuator menjadi lambat sesuai dengan beban. Contoh pemakian flow reducing valve ialah pada tilt silinder pada bulldozer.

Flow Divider Valve,
Berfungsi untuk membagi aliran oli berasal dari pompa menjadi dua aliran di mana yang tidak benar satu alirannya adalah konstan. Contoh penggunaan flow divinder ini ialah pada motor grader. Konstrusinya muncul pada gambar di bawah ini. Flow divider bisa berbentuk gear atau spool.

Bagaimanapun, dengan penggunaan desain spring dan spool, atau penggunaan different gear displacement, tetap bisa saja untuk diperoleh perbedaan perbandingan aliran pada ke-2 cabang.Flow divider style gear nyaris serupa dengan gear motor double, triple, atau lebih). Jenis ini gunakan inlet yang serupa dan lebih dari satu anggota gear yang dijaga memiliki kecepatan yang serupa oleh sebuah shaft.

Dengan kata lain, aliran masuk dibagi ke masing-masing anggota gear. Dapat termasuk terpasang lebih berasal dari dua anggota gear untuk menghasilkan lebih berasal dari dua cabang aliran. Volume aliran pada masing-masing cabang terpengaruh termasuk oleh efisiensi volumetrik masing-masing anggota gear.

Flow divider style spool lebih umum digunakan dan lebih ringan dipasang pada sirkuit hidrolik atau bisa digabung dengan outlet cover pompa. Desainnya sangat mungkin tersedianya output yang proporsional pada masing masing cabang atau memprioritaskan pada tidak benar satu cabang. Ketika digunakan sebagai priority valve, aliran diprioritaskan pada tidak benar satu cabang terutama dahulu dan lantas baru ke cabang setelah itu ketika aliran pada cabang utama telah memadai.

Ketika keakuratan pembagian aliran pada tiap tiap cabang merupakan perihal yang lebih kritikal pada aplikasi, tambahan perlengkapan bisa terpasang pada flow divider style spool untuk menjauhkan terjadinya perbedaan output ketika tekanan tekanan inlet dan outlet berubah.

Demand Valve, berfaedah untuk melindungi aliran oli yang mengalir ke system steering selamanya konstan. Demand valve banyak digunakan pada wheel loader dan dump truck.
Quick Drop Valve, berfaedah untuk mempercepat penurunan blade pada sementara control valve pada posisi lower, di mana oli berasal dari sisi cylinder head dialirkan ke bottom cylinder. Contoh penggunaan katup ini adalah pada elevate silinder (bulldozer).

By toha