Transpos Matriks

Penjelasan tentang Transpos Matriks beserta rumusnya ini akan memberikan materi yang lebih rinci mengenai Matriks. Matriks sendiri merupakan salah satu sekumpulan dari beberapa bilangan yang telah disusun berdasarkan kolom dan baris, serta penempatannya harus dalam bentuk tanda kurung. Adapun tanda kurung yang akan digunakan tersebut berupa bentuk kurung biasa “()” atau bisa juga berupa kurung siku “[]”, dengan pemberian tanda berupa huruf kapital.

Penjelasan Akurat Mengenai Transpos Matriks

Dilansir melalui laman Bachtiarmath.com, pada penghitungan rumus Matriks Tranpos, pemberian nama berupa penulisan abjad A,B,C, dan seterusnya. Lalu, jangan lupa saat ini menuliskan penamaan pada kolom dan baris, harus dibuat secara beururutan. Misalnya, pada baris petama dimulai berderet dari urutan teratas hingga berderet pada urutan kebawah. Begitupun dengan kolom pertama harus dibuat berderet dari mulai posisi kiri hingga ke baris posisi kanan.

Sifat-Sifat Transpos Matriks

Sama sepeti jenis jenis Matriks pada umumnya, Transpos Matriks juga memiliki ukuran yang disebut dengan Ordo. Penjelasan tersebut berdasarkan pada banyaknya baris yang akan dikalikan dengan banyaknya kolom dalam Matriks. Apabila pada matriks A mempunyai c baris dan d kolom, ini menunjukkan bahwa di Matriks A tersebut telah berukuran atau memiliki ordo c x d, dengan masing-masing bilangan yang digunakan harus sama dengan elemen Matriks.

Hasil yang diperoleh pada operasi penghitungan Matriks Transpose yaitu berasal dari adanya hasil pertukaran dari beberapa elemen kolom dan baris. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa pada elemen baris tersebut, operasi hitungnya akan ditukar menjadi beberapa elemen di kolom. Perlu dicatat sebelumnya, pada operasi hitung, susunan baris dapat diubah menjadi kolom.

Sementara itu, susunan kolom didalam Tranpose Matriks dapat diubah menjadi beberapa baris. Baris tersebut dapat diubah menjadi kolom ke-, atau bisa juga kolom ke- diubah menjadi baris ke-. Misalnya apabila ingin melakukan tranpose matriks dari A ke B, maka berikan notasi pada Matriks tersebut dengan kode At dan Bt. Begitupun dengan Matriks A pada Transpos (At) merupakan hasil susunan baris ke-i, menggunakakan Matriks A menjadi beberapa kolom ke-i.

Berikut ini sifat-sifat yang dimiliki pada Matriks Tranpos yaitu diantaranya, yaitu (1) apabila (A+B)t = At  + Bt. (2) Apabla (At)t= A. (3) Jika misalnya (cA)t= cAt, c merupakan hasil ari konstanta, dan (4) Jika (AB)t= BtAt. Sehingga, dapat ditarik kesimpulan bahwa pada baris diposisi Matriks A akan menjadi kolom berbentuk Matariks A’, jika kolom di Matriks A menjadi baris pada Matriks A’. Sehingga, Matriks A akan berukuran nxp atau A’ berukuran pxn.

Demikianlah informasi rinci dan akurat mengenai ragam penjelasan Transpos Matriks, beserta sifat-sifatnya. Semoga, info ini memberi kemudahan bagi pembaca agar tidak lagi merasa bingung untuk memahami pengertian dari Matriks Tranpos. Apabila pembaca telah memahami penjelasan dan sifat-sifat Matriks Tranpos, maka pengerjaan soal-soal yang diberikan juga bisa diselesaikan dengan baik.

By Drajad