Penyelesaian Konflik

Penyelesaian Konflik

Penyelesaian Konflik

Gaya Penyelesaian Konflik

Kita harus ingat bahwa pilihan gaya yang digunakan seseorang atau organisasi dalam resolusi konflik tergantung dan dipengaruhi oleh persepsi, kepribadian/karakter (personality), motivasi, keterampilan (abilities) atau kelompok acuan di antaranya. seseorang atau organisasi dipilih.

Dapat dikatakan bahwa pilihan gaya manajemen konflik seseorang tergantung pada kondisi tertentu dan orientasi dasar atau perilaku seseorang dalam menghadapi konflik, yang juga terkait dengan nilai-nilai orang tersebut.

Pada tingkat subkultur, nilai-nilai bersama dapat digunakan untuk memprediksi pilihan gaya seseorang dalam menyelesaikan konflik yang dihadapinya. Subkultur seseorang diharapkan dapat mempengaruhi perilakunya sehingga terbentuk perilaku yang sama dengan budayanya. (M. Kamil Kozan, 2002: 93-96)

Teknik Penyelesaian Konflik

  1. Rujuk adalah suatu pendekatan dan keinginan untuk bekerja sama dan memiliki hubungan yang lebih baik untuk kepentingan bersama.
  2. Persuasi, yaitu upaya untuk mengubah posisi pihak lain dengan menunjukkan kerugian yang mungkin timbul dari bukti nyata dan menunjukkan bahwa proposal kami menguntungkan dan memenuhi norma dan standar keadilan yang berlaku.
  3. Negosiasikan kesepakatan yang dapat diterima bersama dengan bertukar konsesi yang dapat diterima. Dengan cara ini, komunikasi tidak langsung dapat digunakan tanpa membuat komitmen eksplisit.
  4. Pemecahan masalah terpadu, upaya untuk memecahkan masalah dengan mengintegrasikan kebutuhan kedua belah pihak. Pertukaran informasi, fakta, perasaan dan kebutuhan secara terbuka dan jujur. Membangun rasa saling percaya dengan merumuskan alternatif solusi dengan manfaat yang seimbang bagi kedua belah pihak.
  5. Penarikan, proses pemecahan masalah di mana salah satu atau kedua belah pihak menarik diri dari hubungan. Metode ini efektif ketika dua pihak tidak perlu berinteraksi dan tidak efektif ketika tugas saling bergantung.
  6. Pemaksaan dan penindasan, metode ini memaksa dan mendorong pihak lain untuk menyerah; Akan lebih efektif jika satu pihak memiliki otoritas formal atas pihak lain. Dengan tidak adanya perbedaan wewenang, ancaman atau bentuk intimidasi lainnya dapat digunakan. Cara ini seringkali kurang efektif, karena salah satu pihak harus menyerah dan menyerah dengan paksa.
  7. Intervensi pihak ketiga: jika para pihak yang bersengketa tidak mau berunding, atau jika upaya kedua belah pihak terhenti, pihak ketiga mungkin terlibat dalam menyelesaikan konflik.

Penyelesaian Konflik Dengan pihak ketiga

  • Arbitrase: Pihak ketiga mendengarkan keluhan kedua belah pihak dan bertindak sebagai ‘hakim’ yang berusaha mencari solusi yang mengikat. Cara ini mungkin tidak sama-sama menguntungkan kedua belah pihak, tetapi dianggap lebih baik daripada terjadinya perilaku saling agresif atau tindakan destruktif.
  • Mediasi: Gunakan mediator yang diundang untuk menengahi perselisihan. Mediator dapat membantu mengumpulkan fakta, menciptakan gangguan komunikasi, menjelaskan dan menjelaskan masalah, dan membuka jalan bagi pemecahan masalah yang terintegrasi. Efektivitas mediasi juga tergantung pada bakat dan karakteristik perilaku mediator.
  • Konsultasi: Tujuannya adalah untuk meningkatkan hubungan antara kedua belah pihak dan mengembangkan kemampuan Anda sendiri untuk menyelesaikan konflik. Penasihat tidak memiliki kekuatan pengambilan keputusan dan tidak mencoba untuk menengahi. Ia menggunakan berbagai teknik untuk meningkatkan kesadaran dan kesadaran bahwa perilaku kedua belah pihak mengganggu dan disfungsional, sehingga menghambat proses penyelesaian masalah yang bersangkutan.
    Pendekatan manajemen dan resolusi konflik

1. Pendekatan KAPOW (pengetahuan, otoritas, kekuasaan, lainnya, kemenangan)

  • PENGETAHUAN: Seberapa baik Anda mengetahui masalah pihak lain?, Seberapa baik pihak lain mengetahui masalah Anda? dan seberapa banyak yang Anda ketahui tentang masalahnya?
  • OTORITAS: Apakah Anda berwenang untuk membuat keputusan? Apakah pihak lain memiliki kekuatan pengambilan keputusan?
  • POWER: Sejauh mana Anda dapat memengaruhi situasi, seberapa besar kekuatan yang dimiliki pihak lain atas Anda?
  • LAINNYA (hubungan): Seberapa penting hubungan itu bagi Anda? Seberapa penting hubungan dengan pihak lain?
  • WIN (Kemenangan): Seberapa pentingkah unsur kemenangan? Apakah Anda harus menang? Haruskah pihak lain menang? Apakah kompromi dapat diterima? Apakah kekalahan dapat diterima?

2. Pendekatan ACES (menilai, menjelaskan, mengevaluasi, memecahkan)

  • Mengevaluasi situasi (mengenali situasi)
  • Buat masalah menjadi jelas
  • Evaluasi pendekatan alternatif
  • Untuk memecahkan masalah

Sumber Rangkuman Terlengkap : SeputarIlmu.Com