Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia PT Pertamina, Rachmad Hardadi, mengatakan pihaknya bakal langsung membangun centralize crude terminal atau tangki penyimpanan minyak mentah di Lawe-Lawe, Kalimantan Timur. Nantinya proyek ini untuk mendukung kilang Pertamina dengan menggunakan pengukuran yang canggih yaitu Flow Meter Solar di Balikpapan dan Bontang.

“Ini untuk strategic petroleum reserve, jaraknya 80-100 kilometer ke Bontang jika manfaatkan pipa.

Rachmad menjelaskan jika proyek ini bisa dilaksanakan pipanisasi, maka proyek kilang Bontang tak kudu ulang membangun tangki penyimpanan crude yang besar. Selain itu, kilang Balikpapan termasuk bisa saja bisa Mengenakan crude tangki di Lawe-Lawe. “Jadi Capex Balikpapan bisa ditekan.”

Baca juga:Proyek Kilang Bontang, Ini Insentif untuk Mitra PertaminaPertamina: Kilang Bontang Akan Hasilkan BBM Euro V

Pembangunan fisik, kata Rachmad, bakal selesai pada 2021 agar disaat kilang Bontang selesai pembangunan di 2023 maka pembangunan di Lawe-Lawe termasuk selesai. Pembangunan centralize crude terminal ini bakal dilaksanakan di tanah milik Pertamina sebesar 1.100 hektar.

Rachmad mengatakan pembangunan centralized crude terminal ini bakal manfaatkan skema build operation and transfer, apalagi menurut Rachmad jika bisa Pertamina tak kudu meraih share. “Dalam negeri banyak yang berminat, sesudah 15-20 tahun diserahkan ke Pertamina.”

Rachmad meminta projext exposes centralized crude terminal ini bisa dilaksanakan di Maret nanti. Meski begitu, dia mengakui kudu ada konsultasi yang kudu dilaksanakan bersama dengan bersama dengan jajaran direksi. “Mulai dibangun sesegera mungkin.”

By toha