Tentang Desain Aplikasi Augmented Reality

Bayangkan Anda seorang siswa tentang topik tertentu dalam buku teks atau selebaran kelas dan Anda ingin tahu lebih banyak daripada apa yang disajikan di halaman. Anda dapat dengan mudah membuka komputer Anda dan Google informasinya, tetapi bagaimana jika Anda dapat mengarahkan handout Anda ke webcam komputer Anda dan segera dibawa ke informasi lebih lanjut yang terkait langsung dengan apa yang Anda pelajari? Cara belajar yang lebih cepat, lebih mudah, dan interaktif ini disebut “augmented reality”.

Sebagai salah satu tren terbaru yang muncul dalam e-learning, augmented reality adalah pengalaman interaktif di mana komponen virtual digabungkan secara dinamis ke dalam aliran video langsung. Tujuan utama dari semua aplikasi augmented reality adalah untuk memberikan informasi dan makna tambahan pada objek atau tempat nyata. Jenis desain ini menggunakan objek dan tempat nyata sebagai fondasi desain dan menggabungkan teknologi yang menambahkan informasi untuk memperluas pemahaman seseorang tentang objek atau tempat.

Desain augmented reality dapat dikembangkan untuk digunakan dalam dua aplikasi: perangkat seluler atau webcam. Sementara perangkat seluler Smartphone menjadi semakin populer di kalangan konsumen, masih ada kekurangan perangkat keras yang menyulitkan untuk menjangkau khalayak luas. Selain itu, masih merupakan teknologi yang berkembang setiap hari. Smartphone saat ini tidak cukup maju secara teknologi untuk menangani semua aplikasi augmented reality yang sedang dikembangkan.

Terlepas dari perangkat mana yang dipilih untuk aplikasi ini, harus ada semacam pelacakan yang diterapkan dalam desain untuk mendapatkan pengalaman penuh. Aplikasi ini menggunakan pelacakan tanpa penanda atau berbasis penanda. Pelacakan tanpa penanda paling mudah digunakan dengan Smartphone. Anda dapat mengarahkan ponsel Anda ke sebuah gambar dan memiliki sistem deteksi fitur yang mengidentifikasinya dan memberikan informasi tambahan bagi pengguna. Dengan pelacakan berbasis penanda, kode batang dua dimensi digunakan. Saat kamera ponsel atau webcam diarahkan ke kode batang, perangkat mengenali kode batang sebagai alamat web dan menampilkan informasi yang sesuai.

Anda juga dapat menggunakannya dengan webcam untuk aplikasi e-learning. Aplikasi ini sempurna untuk e-learning karena dapat memberikan pengalaman yang lebih bermakna kepada siswa dengan menghubungkan konten pendidikan dengan tempat dan objek tertentu. Siswa lebih mungkin untuk memahami materi pelajaran dan mengingatnya nanti.