Jadi, 1 Lot itu Berapa Lembar Saham? Selengkapnya Di Sini! - Akseleran Blog

Peting bagi para investor pemula untuk mengetahui 1 lot saham berapa lembar. Pasalnya, lot saham merupakan bukti dari kepemilikian sebuah perusahaan yang mengklaim atas penghasilan serta kekayaan perseroan.

Pada awalnya, 1 lot saham setara dengan 500 lembar saham. Setelah diberlakukan aturan baru yang pada tanggal 6 Januari 2021 lalu, sekarang 1 lot saham setara dengan 100 lembar saham. Disamping itu, masih ada lagi beberapa hal penting lainnya yang harus diketahui oleh para pemula sebelum berinvestasi.

Lantas, hal apa sajakah yang harus diperhatikan pemula sebelum berinvestasi? Nah, untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, mari kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.

Tata Cara Berinvestasi Untuk Pemula

  1. Pahami Dulu Konsep Serta Risiko Investasi

Sebenarnya asuransi merupakan sebuah mekanisme pengelolaan risiko finansial yang paling praktis. Maka dari itu, setiap hal yang dapat memicu risiko bagi kondisi keuangan seseorang memang harus diasuransikan.

Meski tidak semuanya dapat diasuransikan, namun setidaknya terdapat dua jenis asuransi yang wajib kamu miliki. Ya, kedua jenis asuransi tersebut berupa Asuransi Jiwa dan Asuransi Kesehatan. Mengapa demikian?

Sebab kalangan muda kerap mengabaikan kedua jenis asuransi tersebut, karena merasa dirinya masih selalu bugar dan jarang sakit. Padahal, kondisi sakit itu tak hanya disebabkan oleh penyakit saja melainkan juga bisa karena kecelakaan dan lain sebagainya.

  1. Tentukan Tujuan Keuangan yang Jelas

Penting bagi investor pemula untuk menentukan tujuan keuangan yang jelas. Soalnya, tujuan keuangan secara sederhana merupakan bentuk kondisi yang ingin diwujudkan perihal target jumlah finansial tertentu untuk periode tertentu juga.

Apabila kamu sudah mempunyai tujuan keuangan yang jelas, secara otomatis invetasi yang kamu lakukan akan lebih terarah. Disamping itu, tujuan keuangan yang jelas juga bisa kamu bagi berdasarkan target waktu.

  1. Menentukan Instrumen Investasi

Jika kamu sudah memiliki tujuan keuangan yang jelas, maka Langkah berikutnya adalah menentukan instrumen investasi yang akan dipilih. Pasalnya, hal ini dapat mempengaruhi terhadap penilaian risiko sebuah instrument investasi serta ektivitas dalam mencapai target dana yang telah ditentukan.

Sebagai contoh, misalkan tujuan keuanganmu itu untuk mempersiapkan dana membuat rumah dalam jangka waktu 3 tahun lagi dengan jumlah Rp 500 juta. Itu artinya, kamu harus memilih instrument investasi yang tingkat risikonya rendah-menengah.

Dengan kata lain, saham tidak disarankan untuk tujuan keuangan 3 tahun dikarenakan risiko fluktasi harganya yang terlalu tinggi dalam jangka waktu pendek. Adapun mengenai patokan jangka waktu yang direkomendasikan seperti berikut:

  • Tujuan keuangan jangka pendek : 3 tahun
  • Tujuan keuangan jangka menengah : 3 – 5 tahun
  • Tujuan keuangan jangka Panjang : Diatas 5 tahun
  1. Membuka Rekening Khusus Investasi

Jika sudah paham mengenai poin-poin diatas tadi, maka sudah saatnya bagi kamu untuk mengeksekusi rencana tersebut. Dalam hal ini, diwajibkan bagi kamu untuk memiliki rekening khusus investasi. Lalu, bagaimana cara membuka rekening investasi?

Apabila ingin investasi saham, kamu bisa melakukannya melalui lembaga keuangan yang terpercaya seperti di perusahaan sekuritas. Sementara bagi yang akan memulai investasi, maka cara pembukaan rekening investasinya bisa dilakukan di perusahaan manajer investasi.

Adapun mengenai beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk membuka rekening investasi diantaranya seperti NPWP, nomor rekening bank, pengisian formular initial investmet, dan syarat-syarat tertentu lainnya yang telah ditetapkan oleh Lembaga keuangan bersangkutan.

By sartika